Institute pertanian Bogor adalah perguruan tinggi yang saya minati semenjak saya berada di kelas satu SMA. Ketertarikan saya pada pertanian berawal ketika ada seorang teman saya yang menjelaskan pertanian dan keunggulan-keunggulan pertanian. Awalnya saya tidak terlalu suka dengan pertanian, karena waktu itu mempunyai keinginan untuk menjadi seorang aparat Negara. Namun semua tujuan dan keinginan saya itu drastis berubah setelah saya mendengarkan teman saya tentang potensi pertanian Indonesia. Semenjak itu, saya langsung bertekad untuk masuk ke Institut Pertanian Bogor.
Semakin bertambahnya ilmu yang saya terima dari sekolah, membuat saya menjadi lebih tertarik dengan tumbuhan. Didasarkn juga dengan kesukaan saya terhadap pelajaran biologi, membuat saya benar-benar mempelajari tentang tumbuhan. Sehingga sebelum masuk IPB, saya sudah dibekali sedikitnya tentang seluk beluk tumbuhan.
Ketika menjelang satu hari sebelum memilih jurusan, saya bingung jurusan mana yang harus saya pilih. Buku dan brosur sayabaca dengan seksama , karena saya takut memilih jurusan yang salah. Akhirnya, dengan banyak pertimbangan, saya memilih Agronomi dan Holtikultura sebagai piliham jurusan terbaik saya. Pengetian Agronomi itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungannya untuk memperoleh produksi yang maksimum dan lestari. Sedangkan holtikultura merupakan perpaduan antara ilmu, teknologi, seni, dan ekonomi. Praktek hortikultura modern berkembang berdasarkan pengembangan ilmu yang menghasilkan teknologi untuk memproduksi dan menangani komoditas hortikultura. Jadi hortikultura adalah membudidayakan tanaman di kebun. Konsep ini berbeda denganAgronomi, yang merupakan membudidayakan tanaman di lapangan.

Alasan saya mengambil jurusan Agronomi dan Holtikultura cukup banyak. Pertama, saya memang menyenangi tumbuhan terutama dalam sifat fisiologisnya. Fisiologi tumbuhan merupakan salah satu cabang biologi yang mempelajari tentang proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh tumbuhan yang menyebabkan tumbuhan tersebut dapat hidup. Dengan mempelajari fisiologi tumbuhan, kita akan dapat lebih memahami bagaimana sinar matahari dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk menghasikan karbohidrat dari bahan baku anorganik berupa air dan karbondioksida, mengapa tumbuhan membutuhkan banyak air, bagaimana biji berkecambah, mangapa tumbuhan layu jika kekeringan dan berbagai macam gejala lainnya yang ditampakkan oleh tumbuhan. Kedua, karena saya menyenangi kultur jaringan. Kultur jaringan atau biakan jaringan merupakan teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan (artifisial). Yang dimaksud secara buatan adalah dilakukan di luar individu yang bersangkutan. Karena itu teknik ini sering kali disebut kultur in vitro, sebagai lawan dari in vivo. Dikatakan in vitro (bahasa Latin, berarti “di dalam kaca”) karena jaringan dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan Petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya. Alasan ketiga, saya punya keinginan untuk membuat suatu varietas baru.Hal ini sangat berhubungan dengan ranah pemulian tanaman. Pemuliaan tanaman itu sendiri adalah usaha-usaha yang dilakukan untuk mengubah susunan genetik tanaman, baik individu maupun secara bersama-sama (populasi) dengan tujuan tertentu. Dan yang terakhir, alasan saya mengambil jurusan Agronomi da Holtikultura adalah ketidakinginnan saya mendapat pekerjaan di tempat yang jauh dan terpencil. Karena, saya melihat di beberapa jurusan IPB, terdapat jurusan yang biasnya kalau sudah kerja, suka ditempatkan di daerah yang jauh dan dalam waktu yang cukup lama.